Informasi Teknologi

Jumat, 12 Oktober 2012

KRI Dewaruci


Indonesia patutnya berbangga karna memiliki KRI Dewaruci termasuk salah satu Kapal Kebanggaan Warga Indonesia yang sudah menaungi beberapa Negara dan sudah memenangkan beberapa event yang di antaranya predikat paling bergengsi pada 2012: juara umum American Tall Ship Race 2012, di Amerika Serikat

KRI Dewaruci yang di Komandangi Letnan Kolonel Haris Bima mengatakan bahwa Kapal ini sudah menjelajahi Samudera Pasifik, Terusan Panama, dan Teluk Meksiko, sebagai bagian dari pelayaran muhibah keliling dunia 2012.

Dalam misi pelayaran keliling dunia kali ini, KRI Dewaruci berjarak tempuh sekitar 27.000 mil laut (43.452 kilometer) ke empat benua, yaitu Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika

Selasa, 17 Januari 2012

Kapal Selam Perkuat Perairan Indonesia

 Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengungkapkan, tiga unit Kapal selam akan melengkapi dan memperkuat armada laut Indonesia, dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Sudah ada tiga kapal selam tambahan untuk armada laut Indonesia," ujarnya kepada wartawan, dalam jumpa pers mendampingi Menteri Pertahanan, menjelang Rapat Pimpinan di Gedung Kementrian

Pertahanan, Jakarta, Senin (16/1).

Dijelaskannya, kapal selam buatan Korea Selatan tersebut dibeli dengan harga kontrak yang ditetapkan sebesar Rp 1,08 miliar. Namun, ia tidak bersedia merinci jenis maupun sefesifiaksi kapal selam tersebut.

Soeparno mengatakan, alat utama sistem pertahanan (alutsista) berupa kapal selam itu merupakan rahasia negara, sehingga tidak seharusnya diungkap panjang-lebar. "Kapal selam itu kan rahasia. Tidak boleh diungkap secara terperinci di publik," ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Herryanto, menjelaskan, proyek pembelian tiga kapal selam tersebut juga dalam rangka pembekalan Sumber Daya Manusia kepada mekanik dalam  merawat kapal selam.

Pembekalan tersebut, yaitu dengan mengirim orang pada kapal selam pertama untuk ikut dalam pembangunan kapal selamnya. Yang kedua diharapkan sudah involve dan kapal ketiga diharapkan pekerjaannya dilaksanakan di indonesia. "Kami sebagai pekerja dan disupervisi langsung oleh orang Korea," jelasnya.

Senjata Penembak Jitu Bisa Menembus Tank Buatan Indonesia

SPR 2 (SENJATA PENEMBAK JITU PRODUKSI DALAM NEGERI)
SOSOK senapan penembak jitu antimaterial, menjadi salah satu keperluan utama pada pertempuran era modern, terutama untuk menghajar pasukan musuh yang berlindung di balik material. Menyadari perkembangan ini, PT Pindad pun tak mau ketinggalan, mereka sudah memproduksi dengan nama Senapan Penembak Runduk-2 (SPR-2).

SPR-2 diharapkan mampu menjadi salah satu produk senjata unggulan dalam negeri 2007, yang kehadirannya dapat menjadi varian produk impor sejenis asal Yugoslavia, Black Arrow M93. Kedua senapan antimaterial ini sama-sama menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99 (umum pula disebut kaliber .50) dengan isian magasen lima peluru.

Kehadiran SPR-2, membuat produk serupa yang sudah muncul dan dipergunakan berbagai angkatan bersenjata di dunia, menjadi sedikitnya 25 jenis. Sebelumnya, sudah ada produk sejenis, misalnya Gepard M1/M2 (Hongaria, kaliber .50), Barret M82, M90 dan M95, M99, serta M-107 (Amerika, kal .50), SVN-98 (Rusia, kaliber 12,7 mm x 108), Steyr IWS-2000 (Austria, kal .50 dan 12,7 mm x 108), PGR UM-Hecate (Prancis, kal .50), AI AS (Inggris, kal .50), NTW-20 (Afrika Selatan, kal 20 mm), dll.

Menurut Desain Ghrapic Divisi Senjata PT Pindad, Dede Tasiri, senada engineer Nana Mulyana, diharapkan dapat memberikan efisiensi bagi TNI jika dibandingkan produk impor. Dari hitungan, produksi SPR-2 harga lebih murah dan fungsi sama hebatnya, apalagi jika dibandingkan Black Arrow M93 yang harganya di atas Rp 1 miliar per pucuk dan diketahui banyak yang sudah rusak.

Senjata sniper buatan pindad ini dibuat dalam 3 versi yaitu SPR1, SPR2, dan SPR3.

 SPR 1 ini mempunyai peluru kaliber 7,62mm dengan jarak akurasi 900 meter , Kendati terilhami produk-produk senapan antimaterial yang sudah ada, namun menurut Dede, kehadiran SPR-2 cenderung desain sendiri dari PT Pindad. Walaupun pada sebagian sosok, masih mengambil desain dari Black Arrow M93 dan NTW-20 (Afrika Selatan).

"SPR-2 pada jarak tembak efektif mampu menembus lapisan baja dengan ketebalan sampai 2 cm pada jarak 500 meter. Pengoperasian dengan sistem bolt action bukan berarti SPR-2 kalah modern, namun diharapkan memiliki kelebihan karena akurasi biasanya lebih jitu," sedangkan SPR3 mampu menembus baja setebal 3 cm dengan jarak 700 meter.

Senjata mahal
Penggunaan senapan penembak jitu antimaterial, sudah digunakan sejak Perang Dunia II (1939-1945) oleh pasukan Nazi Jerman (Mauser Tank-Gewehr Model 1918, kaliber .51), Jepang (Tipe 97, kaliber 20 mm), dan Inggris (Boys Antitank Rifle, kaliber .55). Ketiga pasukan tersebut menggunakannya untuk menghantam masing-masing musuhnya, yang berlindung di balik tembok atau berada dalam kendaraan lapis baja.

Usai perang, berbagai negara terutama Amerika, Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa Timur kemudian mengembangkan dengan menggunakan peluru kaliber .50 (disebut pula 12,7 mm x 99) dan kaliber 12,7 mm x 108, yang menjadi standar senapan mesin berat mereka. Dari berbagai negara yang ikut memproduksi senapan antimaterial, Jerman, Amerika, dan Rusia, yang paling banyak membuat aneka produknya sejenis.

Senapan penembak jitu antimaterial, di pasaran harganya rata-rata sangat mahal, sehingga negara-negara pembeli dan dari non- produsen yang keuangannya cekak, biasanya terbatas memiliki.

Rusia tuntaskan uji terbang Sukhoi-25UB

Angkatan Udara Rusia telah menuntaskan uji terbang pesawat Sukhoi Su-25UBM, yang telah ditingkatkan kemampuannya, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kolonel Vladimir Drik pada Selasa.

Pesawat multi-peran tersebut dapat digunakan untuk operasi serang darat dan juga menjadi pesawat latih.
"Panglima Angkatan Udara, Kolonel Jenderal Alexander Zelin menutup selesainya uji terbang bagi Su-25UBM pada akhir Desember 2011," kata Drik.
Pesawat Su-25UBM merupakan jenis pesawat Sukhoi-25 untuk pelatihan dan misi penyerangan dan telah dimodernisasi dengan dilengkapi radar baru, senjata yang lebih akurat serta mematikan dan sistem misi otomatis.

Kemampuan bertahan dan keandalan pesawat itu di medan pertempuran juga ditingkatkan.

Pesawat yang akan menggantikan Su-25UB tersebut memiliki kemampuan gempur yang sama dengan pesawat tempur Su-25SM kursi tunggal dan berkemampuan terbang baik pada malam dan siang hari pada cuaca yang buruk.

Menurut data RIA Novosti, selain canon berukuran 30 milimeter, persenjataan yang dapat diusung oleh Su-25 di 11 cantelan senjatanya terdiri dari roket udara ke darat berpenuntun maupun tanpa penuntun dan roket udara ke udara R-60M.

Berat kosong Su-25 ialah 9.500 kilogram dengan kecepatan maksimal pada ketinggian 984 kilometer per jam.

Pesawat tersebut dapat menempuh jarak 2.500 kilometer tanpa mengisi bahan bakar dan ditenagai oleh mesin ganda TJE R-195.

Selain Rusia dan negara pecahan Uni Soviet yang memakainya, pesawat tersebut juga dimiliki oleh Korea Utara sebanyak 30 unit, Iran sekitar 10 unit, Republik Kongo sekitar 10 unit dan Angola sebanyak 15 unit.